Mengapa Hari Senin Tidak Disuka?

332

Senin bagi sebagian orang adalah hari yang dibenci. Hingga ada istilah “I Hate Monday”. Sehingga mereka malas-malasan pergi ke kantor, saat di kantorpun terlihat lemas dan sayu. Nah, ternyata ada beberapa sebab mengapa hari senin tidak disukai.

1. Adanya perubahan pola tidur selama akhir pekan.

Karena libur, banyak orang memilih memperbanyak tidur pada hari Sabtu-Minggu. Alasannya, menggati tidur yang berkurang karena lembur sepanjang hari kerja. Faktanya, kekurangan tidur pada hari kerja tidak bisa dibayar dengan tidur lama di akhir pekan. Mengambil jam tidur ekstra di akhir pekan akan membuat tubuh lebih lelah. Cara menggantinya adalah tidur yang cukup dalam beberapa malam kedepan.

2. Perasaan nyaman bersosialisasi selama akhir pekan.

Setelah hampir lima atau enam hari berada di lingkungan kerja, akhir pekan adalah waktu terindah buat bersosialisasi. Bergaul dengan keluarga, atau berkumpul dengan kerabat. Lingkungan di rumah yang terasa lebih nyaman dan aman ketimbang di kantor menimbulkan rasa enggan untuk kembali bekerja pada hari senin.

3. Ada anggapan Senin sebagai hari terburuk.

Walau semua hari kerja umumnya sama-sama menegangkan, tetapi ketika ilmuwan meminta orang untuk mengingat hari yang terburuk, mereka selalu mengatakan hari senin. Ini mengacu pada fakta bahwa ada pergeseran emosional yang cukup besar dari hari Minggu ke hari Senin. Jadi tidak peduli apa pun itu, senin akan selalu tampak seperti hari yang paling buruk.

BACA JUGA:  Senyumlah Selagi Mudah Melakukannya

4. Masalah kesehatan.

Para ilmuwan telah menemukan, orang-orang yang bahkan gemar berolahraga dan melakukan diet sehat akan mengalami sedikit penurunan kesehatan di awal minggu, seperti tekanan darah yang lebih tinggi. Bahkan, senin juga menjadi hari yang paling umum untuk menderita serangan jantung dan stroke.

5. Pekerjaan tidak disukai.

Menurut sebuah studi, 70 persen orang membenci atau tidak benar-benar menikmati pekerjaan mereka. Ini meningkatkan terjadinya “Monday Blues”, yaitu perasaan depresi dan kecemasan yang dimulai pada hari Minggu malam, yang mengarah pada hari senin yang kurang produktif.

Demikian beberapa sebab mengapa kita sering melihat banyak rekan dan kawan datang terlambat di hari senin. Sebagai pimpinan maka bagaimana membuat hari senin lebih menarik bagi karyawan. Bukan semakin memperkeruh dengan tumpukan tugas dan kegiatan.