Agar Nabi Mendoakanmu

348

Siapa yang tak ingin didoakan secara langsung oleh rasulullah ﷺ!? Tentunya semua orang beriman ingin dan sangat berharap bisa didoakan Nabi ﷺ. Namun kiranya hal itu tidak bisa terjadi karena rasulullah telah meninggalkan kita jauh-jauh hari. Meski demikian, dalam banyak sabdanya, beliau mendoakan umatnya; dengan rahmat, ampunan ataupun keberkahan kepada orang-orang yang mengamalkan ibadah-ibadah berikut:

Nabi ﷺ memohonkan ampunan, rahmat atau keberkahan untuk orang-orang yang berbuat amal shalih berikut.

Beberapa amalan tersebut adalah:

  1. Shalat Qabliyah Asar 4 Rekaat

رحِم اللهُ امرأً صلَّى قبْلَ العصرِ أربعًا). رواه الترمذي (430) وأبو داود (1271)

“Semoga Allah merahmati orang yang shalat sebelum ashar empat rekaat”  (HR. Tirmidzi, Abu Dawud)

 

  1. Imam dan Muadzin

(الْإِمَامُ ضَامِنٌ ، وَالْمُؤَذِّنُ مُؤْتَمَنٌ ، اللَّهُمَّ أَرْشِدْ الْأَئِمَّةَ ، وَاغْفِرْ لِلْمُؤَذِّنِينَ). رواه أبو داود

“Imam adalah penjamin, dan muadzin adalah orang yang dipercaya, Ya Allah berilah petunjuk bagi imam dan berikan ampunan bagi muadzin” (HR. Abu Dawud)

 

  1. Berhaji

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الْحَاجُّ .

“Ya Allah ampunilah orang yang berhaji dan orang yang dimohonkan ampunan olehnya” (HR. Thabrani)

 

  1. Pasutri yang Saling Membangunkan untuk Shalat Malam

رحمَ اللَّهُ رجلًا قامَ منَ اللَّيلِ فصلَّى، ثمَّ أيقظَ امرأتَهُ فصلَّت، فإن أبَت نضحَ في وجهِها الماءَ، ورحمَ اللَّهُ امرأةً قامَت منَ اللَّيلِ فصلَّت ، ثمَّ أيقَظَت زوجَها فصلَّى، فإن أبى نضحَت في وجهِهِ الماءَ). رواه أبو داود

“Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah istrinya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Bila suaminya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah suaminya.” (HR. Abu Dawud)

 

  1. Bermudah dalam Menjual, Membeli dan Menuntut Hak

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إذا باعَ، وإذا اشْتَرَى، وإذا اقْتَضَى).رواه البخاري

“Allah merahmati orang yg memudahkan ketika menjual & ketika membeli & juga orang yg meminta haknya.” (HR. Bukhari)

 

  1. Orang yang Berkata Baik atau Diam Menahan untuk Tidak Berkata yang Buruk

رحمَ اللهُ عبدًا قال خيرًا فغَنِمَ أو سكَتَ عن سوءٍ فسلِمَ

“Semoga Allah merahmati seorang hamba, yang telah berkata baik ia pun beruntung atau diam dari keburukan maka ia akan selamat.” (HR. Ibnu Mubarak, Az-Zuhdi)

 

  1. Pemimpin yang Lemah Lembut Kepada Rakyatnya

اللَّهُمُّ مَنْ وَلِي مَنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشِقَّ عَلَيْهُمْ فَاِشْقَقْ عَلَيْهِ، وَمِنْ وَلِي مَنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرِفْقَ بِهُمْ فَاِرْفَقْ بِهِ). رواه مسلم

“Ya Allah, barangsiapa mengurusi sesuatu dari urusan umatku, lalu dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia, dan barangsiapa mengurusi sesuatu dari urusan umatku, lalu dia bersikap lembut kepada mereka, maka bersikaplah lembut kepadanya”. (HR. Muslim, no.182)

 

  1. Orang yang Menggunakan Waktu Awal Paginya untuk Kebaikan

اللهمَّ بارِكْ لِأُمَّتِي في بُكورِها). رواه الترمذي

“Ya Allah berkahilah umatku di waktu pagi mereka.” (HR. Tirmidzi)

 

  1. Mengembalikan Hak Orang yang Dizhalimi dan Meminta Kehalalannya

رَحِمَ اللهُ عبدًا كانت لِأَخِيهِ عنده مَظْلِمَةٌ في عِرْضٍ أو مالٍ فجاءه فاسْتَحَلَّهُ قبلَ أن يُؤْخَذَ وليس ثَمَّ دينارٌ ولا دِرْهَمٌ ، فإن كانت له حسناتٌ أُخِذَ من حسناتِه ، وإن لم تكن لهُ حسناتٌ حَمَّلُوا عليهِ سَيئاتِهم). رواه الترمذي

“Allah merahmati orang yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun lalu ia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya” (HR. Tirmidzi)

   10. Orang yang Menghafal dan Menyampaikan Hadits Nabi

(رَحِمُ اللهُ امرأً سَمِعَ مَنِّيُّ حَديثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبْلِغَهُ غيرَه.. الحديث). صححه الألباني

“Allah merahmati seseorang yang telah mendengar dariku sebuah hadits lalu ia menghafalnya  kemudian ia sampaikan kepada orang lain.”

 

Oleh: Redaksi/Fadhilah Amal