Suami Saya Enggan Shalat, Bagaimana Hukum Pernikahan Kami?

30

PERTANYAAN:  

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Maaf Ustadz, saya mohon pertimbangannya. Suami saya jika disuruh shalat wajib susah. Dia hanya menjawab, kalau kamu ikut campur urusanku mending bercerai saja. Saya bingung karena sudah punya dua orang putri. Putri yang kecil sangat dekat dengan ayahnya. Saya baca di ar-Risalah edisi pernikahan impian. Saya jadi merasa berkecil hati. Yang saya tanyakan, bagaimana hukum pernikahan kami? Waktu Ramadhan ia berpuasa dan shalat Jum’at, sedang yang lain tidak. Sekian jazakumullah khairan katsiran.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Ummu Abdillah, di bumi Allah

 

JAWABAN:

Wa’alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh.

Ukhti fillah yang sedang bingung, saya bisa memahami kegelisahan anda dengan kondisi suami yang seperti itu. Mestinya sebagai imam keluarga, dialah yang menyuruh isteri dan anak-anaknya untuk mendirikan shalat, bukan sebaliknya. Kondisi seperti ini jelas tidak nyaman. Semoga anda segera memperoleh jalan keluar yang terbaik, insyaallah.

Menurut saya, masalah suami anda adalah masalah yang serius. Shahabat Umar radhiyallahu ‘anhu pernah berkata bahwa barangsiapa yang meremehkan shalat, maka dalam urusan selainnya dia akan lebih meremehkan lagi. Penjelasannya, kalau tentang hak Allah saja seseorang berani meremehkan, apalagi hak selain-Nya?

Carilah waktu untuk berbicara dari hati ke hati agar dia mengerti apa yang anda maui. Ingatkan juga tentang tujuan pernikahan kalian, dan tanggung jawab yang akan dipikulnya di akhirat kelak, jika dia meremehkan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga. Katakan juga bahwa hal ini bukan urusannya saja, namun urusan seluruh anggota keluarga.

Ajaklah dia untuk hadir di majelis pengajian, agar pemahamannya tentang agama semakin bertambah baik. Temanilah dia dalam proses mencari nikmatnya ibadah, agar dia tidak menganggap shalat dan ibadah yang lain hanya merepotkan dan melelahkan. Jangan lupa untuk selalu berdoa agar Allah membukakan pintu hatinya untuk kebenaran. Yakinlah, doa adalah kekuatan utama ketika semua rumusan akal telah menemui jalan buntu.

Ukhti fillah, seandainya semua cara sudah ditempuh dan dia tetap kukuh untuk tidak mengerjakan shalat, bersiap-siaplah untuk mengajukan khulu’, yaitu pengajuan perceraian dari pihak isteri. Pedih memang. Namun ini adalah jalan terakhir, sebab tidak ada yang bisa diharapkan dari laki-laki seperti ini. Sebelum kesedihan anda akan bertambah-tambah.

Yakinlah Allah akan memberikan petunjuk terbaiknya jika anda melakukan semuanya karena Allah, bukan karena hawa nafsu saja. Karena itu, serahkan semuanya kepada-Nya saja. Wallahu a’lam,

Demikian, semoga bermanfaat!

 

Dijawab oleh: Ust. Tri Asmoro K

 

Baca Konsultasi Lainnya: 

Saya Rajin Ibadah, tapi Mengapa Jodoh tak Kunjung Datang?

Selalu Kena Marah Ibu Mertua, Bagaimana Solusinya?

Suami Punya Hutang, Apakah Istri Harus Melunasinya?