Allah Menjamin Urusan Seorang Hamba, Selagi Hamba Menjadikan-Nya Jaminan

246

Tak akan pernah rugi orang yang memasrahkan segala urusannya kepada Allah. Allah akan memberikan jaminan keselamatan atau keberhasilan atau jaminan dalam bentuk lain selama seseorang menjadikan Allah sebagai saksinya dan mencukupkan Allah sebagai dzat yang Maha menjamin segala urusan.

Sebagaimana tersebut sebuah kisah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa pada suatu hari ada seorang dari Bani Israil yang datang meminjam uang sebanyak seribu dinar kepada saudaranya. Pemilik uang tersebut lalu berkata kepadanya, “Beri saya saksi yang bisa menengahi kita berdua.”

Orang yang hendak meminjam tersebut berkata, “Cukup Allah sebagai saksi kita.”

Pemilik uang tersebut lalu berkata lagi, “Kalau begitu beri aku jaminan.”

Orang itupun menjawab, “Cukuplah Allah sebagai jaminan saya.”

Kalau demikian aku percaya padamu,” Jawab pemilik uang.

Baca Juga: Sukses dengan Keterbatasan

Orang itu lalu memberikan pinjamannya seribu dinar sampai batas waktu yang telah mereka sepakati. Kemudian si peminjam tersebut pergi menyeberangi lautan untuk menunaikan hajatnya.

Selang beberapa lama, setelah ia menyelesaikan keperluannya, ia pun hendak mencari kapal yang bisa ia tumpangi untuk segera membayar utangnya . Akan tetapi, tak ada satu kapalpun yang ia temukan.  Sampai ia kebingungan bagaimana cara mengembalikan pinjamannya karena sudah tiba jangka waktu yang telah disepakati.

Lalu ia mengambil sebatang kayu, kemudian ia lubangi tengahnya dan diisi uang sebanyak seribu dinar, jumlah yang telah ia pinjam. Ia tulisi secarik surat untuk saudaranya tersebut. Setelah itu ia pergi ke tepi laut seraya berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hamba pernah berutang pada si fulan sebanyak seribu dinar, ia meminta padaku sebuah jaminan, akupun berkata, ‘cukup Allah sebagai jaminannya, ia pun setuju. Lalu ia meminta seorang saksi, akupun katakana padanya, “cukup Allah sebagai saksinya, Ia pun ridha dan setuju dengan hal itu.” Dan sekarang sungguh aku telah berusaha untuk mencari tumpangan untuk segera kembali dan membayar utangku, namun aku tidak mendapatkannya, oleh karena itu, aku pasrahkan ini pada-Mu.”

Lalu ia pun melemparkan batang kayu yang sudah ia isi dengan uang seribu dinar itu dan masih berusaha mencari kapal untuk balik ke negerinya.

Di seberang jauh, orang yang meminjamkan uangnya tersebut sudah menunggunya di tepi pantai berharap si peminjam itu lekas balik dan mengembalikan uangnya. Namun sekian waktu menunggu, belum juga datang, ia menemukan sebatang kayu yang terdampar dan mengarah ke dirinya. Ia segera mengambilnya untuk kayu bakar, lalu diberikan kepada istrinya. Ketika sang istri hendak memasak dan membelah kayu tersebut, ia kaget, ternayat di dalamnya ada uang seribu dinar dan secarik kertas.

Tak lama kemudian orang yang berutang tersebut datang dan hendak membayar utangnya seraya meminta maaf karena terlambat membayar utangnya. Ia berkata, “Demi Allah, aku sudah berusaha untuk mencari kapal agar aku bisa segera membayar utangku padamu.”

Baca Juga: Untuk Muslimah: Jangan Ragu Datangi Majelis Ilmu

Si pemilik uang berkata, “Apakah kamu pernah mengirimiku sesuatu?”

Kata si peminjam itu, “Saya sudah berusaha mencari tumpangan, namun tidak aku dapatkan satupun”

Laki-laki pemilik uang itu berkata lagi, “Sesungguhnya Allah telah menunaikan hutangmu, (dengan) sebatang kayu yang kamu kirimkan. Silakan kembali dan bawalah seribu dinarmu itu dengan selamat.”

(Hadits Shahih riwayat Bukhari dan Muslim)

Banyak orang yang mengaku percaya kepada Allah dan pasrah kepada-Nya, namun masih banyak yang ragu-ragu; kalau-kalau nanti hartanya berkurang, kalau saja nanti dia jadi miskin dan kalau saja ia tidak bisa makan. Padahal Allah maha menjamin dan Allah maha mencukupi kebutuhan semua hamba-Nya, manakala hamba tersebut memasrahkan segala urusan dan kebutuhannya kepada Allah secara total. Semoga bermanfaat.

 

Oleh: Redaksi/Fadhilah

 


Dapatkan artikel islami terbaik di Majalah islam ar-risalah. Majalah panduan untuk ketakwaan dan manajemen hati. Info keagenan dan Langganan: 085229508085