Lampu Merah dan Kemacetan Jadi Motivasi Untuk Menghafal Al-Qur’an

57

Sebuah akun Facebook milik Meirna Nurdini Thomas mengunggah foto unik. Seorang  pengendara motor sedang membaca Al-qur’an ketika lampu lalu lintas berwarna merah. Foto tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Foto lelaki tersebut unik karena kebanyakan orang tidak menggunakan waktu saat menanti lampu merah untuk sesuatu yang bermanfaat. Ternyata, kondisi yang pada umumnya menjadikan banyak orang merasa resah ini dapat diubah menjadi sebuah berkah.

Ada sebuah kisah seorang pemuda yang berhasil menghafalkan surat Al-Baqarah saat menanti lampu merah. Pemuda ini sengaja menyimpan mushaf di mobilnya. Ketika lampu merah menyala, ia membuka mushaf dan membacanya. Tak sekadar membaca, ia mencoba menghafalkan satu dua baris ayat Al-Qur’an. Bahkan ia berhasil menyelesaikan hafalan surat Al-Baqarah sepenuhnya di tengah lampu merah. 

Dalam situs Isykarima.com, disebutkan ada metode khusus yang bisa dilakukan bagi yang berminat menghafal selagi menunggu lampu merah. Metode ini disebutkan dalam kitab Kaifa Tahfazhul Qur’an Al-Kariim (Bagaimana Cara Menghafal Al-Qur’an Al-Karim) karya Dr. Yahya bin Abdurrozaq Al-Ghautsaniy.

Baca Juga: Momentum Persaudaraan dan Optimisme Kebangkitan

Caranya, kita dapat mengkopi lembaran mushaf yang hendak dihafal. Letakkan foto kopian mushaf tadi di depan mobil atau kendaraan dan usahakan tidak mengganggu pemandangan Anda ketika menyetir. Ketika hendak berangkat ke kantor ataupun aktivitas lainnya di pagi hari, bacalah ayat pertama pada lembaran mushaf yang difoto kopi tadi. Ulangi bacaan tadi selama perjalanan.

Kemudian ketika Anda merasa bahwa ayat tadi sudah mudah dihafal, ulangi bacaan ayat tadi tanpa melihat mushaf. Saat berhenti di lampu merah, baca ayat selanjutnya berulang-ulang. Ketika sudah berganti dengan lampu hijau, ulangi ayat tadi tanpa melihat mushaf dan mulailah menghafal ayat tersebut.

Yang perlu diperhatikan dalam menerapkan metode ini adalah penjagaan terhadap lembaran mushaf yang difoto kopi tadi. Simpan foto kopian lembaran mushaf tadi setelah dihafal, bisa jadi sewaktu-waktu Anda masih membutuhkan lembaran itu. Akan lebih baik bila lembaran-lembaran mushaf tadi dilaminating supaya lebih terjaga dan lebih rapi. Jangan meletakkan lembaran tadi sembarangan, karena lembaran itu berisi kalamullah yang harus kita agungkan.

Metode ini bisa juga diterapkan bagi orang-orang yang berpergian dengan kendaraan umum. Bagi Anda yang berkendaraan umum atau yang tidak duduk di belakang kemudi, sangat memungkinkan untuk mempraktekkan metode ini. Syeikh Abdul Karim Al-Yamani, seorang penggiat Tahfizhul Qur’an dari Hay’ah Litahfizhil Qur’anil Karim (Lembaga Internasional untuk Tahfizhul Qur’anil Kariim), mengatakan bahwa sangat memungkinkan untuk menghafal Qur’an saat lampu merah di Indonesia, terutama kota besar seperti Jakarta. Banyaknya lampu merah dan seringnya macet memungkinkan seseorang untuk menghafal Qur’an selama perjalanan.

Syeikh Suud Suraim, seorang Imam Masjidil Haram yang hafalannya sangat mutqin ternyata juga memanfaatkan lampu merah untuk menghafal Al-Qur’an. Beliau menyelesaikan hafalan surat an-Nisaa di lampu merah.

Baca Juga: Maraknya Tren Membeda-bedakan Ustadz dan Ulama’

Jadi, menghafal al-Qur’an bukanlah soal tingginya tingkat kecerdasan seseorang, namun lebih pada tekad dan kemauan keras mencapai derajat mulia di sisi Allah dengan memanfaatkan setiap potensi dan waktu meskipun sedikit demi sedikit. Bahkan kesulitan dalam menghafal sehingga mengulangi bacaan juga menambah pahala bagi yang melakukannya.

Selain cara tersebut, para ulama juga telah mengajarkan cara mudah menghafalkan al-qur’an. Antara lain:

    1.Tidak memperbanyak menghafal melebihi kapasitas kemampuan sehingga tidak timbul kejenuhan dan senantiasa energik untuk menghafal pada hari-hari berikutnya.

    2.Bergabung dengan kumpulan Halaqoh penghafal  qur’an atau menghafal kepada Syaikh; karena hal ini akan menjadikan berkesinambungan.

    3.Memahami ayat–ayat sebelum menghafal, hal ini akan memberikan motifasi tersendiri bagimu dan akan lebih melekat dalam benak dan yang demikian dengan mentelaah Tafsir Muyassar.

    4.Memberikan porsi muroja’ah hafalan yang lebih banyak dibanding waktu untuk menghafal. Dari Abu Musa dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Hendaklah kalian senantiasa menjaga hafalan kalian, maka demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditanganNya; sesungguhnya Al-Qur’an itu akan lebih cepat hilangnya dari pada onta yang diikat pada tambatannya”. Hadits riwayat Muslim (791).

    5.Tidak bergonta–ganti dalam menggunakan mushaf Al Qur’an, sehingga bentuk lembar dan halamannya tergambar dalam benak dan ingatan.

    6.Memperbaiki tilawah beserta hafalan dihadapan Qori’ Al-Qur’an.

    7.Banyak mendengarkan tilawah para Qori’ yang Tersohor.

    8.Mengamalkan dan melaksanakan apa yang  telah anda hafalkan dan hal ini merupakan tujuan puncak keutamaan.

    9.Laksanakan Qiyamullail dengan menerapkan apa yang anda hafal dari Al Qur’an atau anda memperdengarkan untuk diri anda sendiri pada saat shalat disiang hari.

    10.Memperbanyak berdo’a dan senantiasa memohon Taufiq kepada Allah.

 

Oleh: Ust. Muhtadawan/Biah


Dapatkan Majalah Islami untuk Keluarga Muslim Indonesia Hanya di Agen Terdekat di Kota Anda. Info Keagenan dan Langganan Silahkan Hubungi Nomer Berikut: 0852 2950 8085