Nabi Yang Membuat Iblis Putus Asa

Ayahnya adalah manusia paling sabar dalam menghadapi musibah. Diuji dengan penyakit yang tak satu pun manusia di bumi pernah mengalaminya, selain dirinya. Tubuh membusuk hingga tersisa lidah dan mata saja. Dibuang penduduk dan dijauhi manusia. Siapa lagi kalau bukan nabi Ayub. Adapun anaknya, Basyar, adalah manusia paling sabar dalam menahan marah. Basyar, menurut sebuah riwayat … Continue reading Nabi Yang Membuat Iblis Putus Asa

Cinta Kekuasaan, Lelah Berujung Penderitaan

Tak perlu heran bila melihat para penguasa saling bongkar dan sebar aib lawannya. Perang aib ini akan menjadi adegan wajib dalam setiap perseteruan antar penguasa atau penguasa dengan musuhnya. Jika tak temukan aib yang nyata, bikin aib rekayasa. Di jaman yang serba manipulatif seperti jaman ini, apa yang tidak bisa? Bukti aib seseorang dapat dibuat … Continue reading Cinta Kekuasaan, Lelah Berujung Penderitaan

Makna Mendalam dari Sayyidul Istighfar

  اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّى لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، خَلَقْتَنِى وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِى، فَاغْفِرْ لِى، فَإِنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا أَنْتَ “Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Rabb-ku, Tiada Ilah kecuali Engkau, Engkau telah menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu, … Continue reading Makna Mendalam dari Sayyidul Istighfar

Menata Hati Saat Mendapat Caci

Ada perbedaan antara celaan, kritik dan indzar (peringatan). Celaan atau hinaan adalah ungkapan bernada merendahkan tentang keburukan, aib, cacat atau kesalahan. Sedang krtitik adalah koreksi dari orang lain atas kesalahan, kekurangan atau ketidaktepatan dari perbuatan seseorang. Biasanya dalam hal selain kemaksiatan. Adapun indzar adalah peringatan atas perbuatan dosa dan maksiat yang dilakukan seseorang. Indzar termasuk … Continue reading Menata Hati Saat Mendapat Caci

Serangan Setan Menjelang Kematian

Secara naluri, tentunya kita berharap kehidupan kita berakhir dengan happy ending, akhir yang bahagia. Bukan kematian yang tragis dan menyedihkan. Untuk akhir sebuah novel, bisa jadi ending tragis digemari oleh sebagian orang, tapi bukan untuk kehidupan nyata. Bolehlah ada riak gelombang duka dan lara saat mengarungi hidup sebagai bumbu yang pasti ada, tapi sebagai penutupnya, … Continue reading Serangan Setan Menjelang Kematian

Mereka yang Berguguran di Jalan Iman

Iman merupakan harta paling berharga dalam hidup ini. Tapi tidak sedikit orang yang rela menukar harta berharga tersebut dengan yang lebih rendah nilainya bahkan justru dengan sebuah nilai yang hina. Kisah pertama, kita mulai dengan kisah Abdah bin Abdurrahim. Masa mudanya diarungi dengan menghafal al quran dan berjihad di jalan Allah. Berbagai ekspansi militer ia … Continue reading Mereka yang Berguguran di Jalan Iman

Khutbah Jumat: Keagungan Kalimat Tauhid

KEAGUNGAN KALIMAT TAUHID  Oleh: Majalah ar-risalah   الْحَمْدُ للهِ الكَرِيمِ المَنَّانِ، صَاحِبِ الفَضلِ وَالجُودِ وَالإِحْسَانِ، يَمُنُّ وَلا يُمَنُّ عَلَيْهِ، سُبْحَانَهُ لا مَلْجَأَ مِنْهُ إِلاَّ إِلَيْهِ، أَحْمَدُهُ بِمَا هُوَ لَهُ أَهلٌ مِنَ الْحَمْدِ وَأُثْنِي عَلَيْهِ، وَأُومِنُ بِهِ وَأَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ … Continue reading Khutbah Jumat: Keagungan Kalimat Tauhid

Dakwah Indah yang Dibalas Satir Nyinyir

Satu-satunya Nabi yang diakui memiliki keindahan retorika dakwah adalah Nabi Syuaib. Bahkan Rasulullah ﷺ sendiri mengakui dan menyebut nabi Syuaib sebagai “Khatibnya para Nabi”. Juru bicaranya para Nabi. Diksi dan cara pengungkapan kata Nabi Syuaib benar-benar memukau. Setiap nasihat yang Beliau sampaikan benar-benar cerdas secara makna, santun secara rasa. Sementara kita tahu, senjata utama para … Continue reading Dakwah Indah yang Dibalas Satir Nyinyir

Tanda Kiamat; Turunnya Hujan yang Menghancurkan

Ada yang bilang, Januari itu atinya hujan sehari-hari. Artinya, pada bulan Januari hujan hampir turun setiap hari seperti yang kita rasakan saat ini. Hampir setiap menjelang sore turun hujan. Aliran sungai pun sering meluap dan sumur-sumur penuh terisi. Di satu sisi, kita bersyukur saat musim penghujan datang karena kemarau tak berkepanjangan. Tak terbayang betapa susahnya … Continue reading Tanda Kiamat; Turunnya Hujan yang Menghancurkan

Bijak Mengelola Harta ala Istri Shalihah

[bs-quote quote=”“Kini, kau tlah jadi milikku dan aku telah menjadi milikmu. Semoga jiwa dan raga kita menyatu selamanya dalam cinta di bawah naungan-Nya…”.” style=”style-4″ align=”left” color=”#2677bf”][/bs-quote] Sah-sah saja mengungkapkan kalimat mesra di samping setelah ijab-qobul dinyatakan. Setelah menikah, istri memang menjadi milik suami, begitupun sebaliknya. Keduanya disatukan oleh sebuah ikatan yang kuat, mitsaqan ghalidza. Sebuah … Continue reading Bijak Mengelola Harta ala Istri Shalihah

Jebakan Setan untuk Orang Awam

Orang awam. Tentunya, kata ini sangat familiar di telinga kita. Kata awam diambil dari kata ‘am yang artinya umum. Orang awam maksudnya umumnya orang atau orang kebanyakan. Istilah ini mengarah pada mayoritas manusia yang jauh dari ilmu dan ulama. Sehingga, kualitas amal mereka tipis, setipis ilmu yang dimiliki. Nah, apakah diri kita awam atau bukan? … Continue reading Jebakan Setan untuk Orang Awam

Khutbah Jumat: Ketakwaan Melahirkan Keberanian

KHUTBAH JUMAT Ketakwaan Melahirkan Keberanian Oleh: Ust. Taufik Anwar   الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ,أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ … Continue reading Khutbah Jumat: Ketakwaan Melahirkan Keberanian

Diyatsah, Matinya Kecemburuan dan Lumpuhnya Kepekaan Terhadap Islam

Manusia memiliki fitrah, yaitu tabiat dasar yang cenderung pada kebaikan. Merasa malu, hidup bersosial, suka kebersihan, ingin memiliki keturunan, adalah beberapa contohnya. Islam datang membimbing manusia agar tetap berada pada fitrah sucinya dan membawanya menuju kebaikan yang sempurna. Salah satu fitrah manusia adalah memiliki rasa cemburu. Dalam bahasa Arab disebut ghirah. Ghirah adalah ketidaksukaan hati … Continue reading Diyatsah, Matinya Kecemburuan dan Lumpuhnya Kepekaan Terhadap Islam

Sejarah Para Tuhan Kaum Nuh

Ada lima berhala yang dituhankan kaum Nuh: Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr. Beberapa riwayat sejarah menyatakan bahwa asal usul tuhan-tuhan ini sebenarnya adalah manusia yang shalih. Salah satu riwayat mengatakan, Wadd adalah anak dari Adam. Adam memiliki 20 anak lelaki dan 20 anak perempuan. Beberapa nama yang diriwayatkan adalah Qobil, Habil, Shalih, Abdurrahman, Abdul … Continue reading Sejarah Para Tuhan Kaum Nuh

Khutbah Jumat: Makna Hakiki dari Cinta pada Bangsa dan Tanah Air

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى الله عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْراً يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ … Continue reading Khutbah Jumat: Makna Hakiki dari Cinta pada Bangsa dan Tanah Air